Senin, 17 Maret 2014

Mengapa Kalender 2014 dan 1997 Sama?

Di jejaring sosial, belakangan ramai dibicarakan kemiripan antara kalender tahun 1997 dan 2014. Ambil contoh, tanggal 1 Januari pada tahun tersebut sama-sama jatuh pada hari Rabu. Sementara akhir tahun juga jatuh pada hari Rabu. Bulan Februari juga sama-sama mempunyai 28 hari. (baca juga hal unik yang di sebabkan cuaca ekstrem)

Apa sebab kemiripan tersebut? Apakah hanya kebetulan atau memang ada latar belakang ilmiahnya, misalnya dari sisi astronomi?

Terkait hal itu, Profesor Riset Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin memberi penjelasan.

Thomas mengungkapkan, ada siklus dalam perjalanan waktu dari tahun ke tahun yang tak disadari sehingga terdapat kesamaan antara tahun 1997 dan 2014.

“Secara umum, selalu ada kesamaan setiap 28 tahun sekali,” kata Thomas..

Jadi, kata Thomas, kalender tahun 2014 sama dengan kalender tahun 1986 dan akan sama dengan kalender tahun 2042.

Angka 28 tahun sendiri berasal dari perkalian antara 4, diperoleh dari tahun kabisat yang berlangsung 4 tahun sekali dengan 7, jumlah hari dalam seminggu.

Namun, dalam kurun waktu 28 tahun tersebut, terdapat juga kemiripan antara tahun yang satu dan yang lain. “Dalam waktu 28 tahun itu, ada kemiripan menurut pola 6-11-11-6,” ungkap Thomas yang menekuni sistem kalender ini.

Berdasarkan pola tersebut, kalender tahun 2014 tidak hanya sama dengan tahun 1997, tetapi juga dengan tahun 2003. Ke depan, kalender tahun 2014 juga akan sama dengan kalender tahun 2025, 2031, serta tahun 2042.



Kesamaan tidak hanya dijumpai pada kalender Masehi, tetapi juga pada kalender Hijriah atau kalender Bulan. “Kalender Hijriah mempunyai pola siklus sekitar 33 tahun,” kata Thomas.

Jadi, bila Idul Fitri tahun 2013 jatuh pada tanggal 8 Agustus, maka Idul Fitri 33 tahun berikutnya, yakni tahun 2046, juga akan jatuh pada tanggal yang sama.

Dosen astronomi Institut Teknologi Bandung, Hakim L Malasan, mengatakan bahwa siklus 28 tahunan merupakan konsekuensi dari sistem penanggalan Gregorian atau Masehi.

“Tidak ada dampak apa pun secara astronomis karena ini fenomena pengulangan biasa,” ungkapnya.

(Sumber)

Mahluk Hidup Paling Besar Didunia

Orang banyak menyangka bahwa makhluk hidup paling besar di Bumi adalah paus biru. Ternyata pendapat tersebut keliru. Berdasarkan penelusuran serupedia dari berbagai sumber maka makhluk terbesar ini bukan jatuh pada paus biru. Berikut ringkasannya.

Berbobot 200 ton dan panjang 33 m, bila dibandingkan dengan organisme ini, paus biru terlihat seperti sebuah teh botol dibandingkan keratnya. Makhluk hidup terbesar di dunia adalah sebuah Armillaria ostoyae yang ada di Malheur National Forest di Oregon, A.S.

Mau tahu itu binatang apa? Bukan binatang kok, melainkan jamur. Armillaria ostoyae atau jamur madu yang hidup di Hutan Nasional Malheur di daerah timur Oregon, USA. Jamur itu hidup kira-kira 3 kaki di bawah permukaan tanah dan memliki luas sekitar 890 hektar/8,9 km2 serta berusia sedikitnya 2.400 tahun, bahkan lebih.

Percaya atau tidak, organisme yang hidup di bawah tanah itu ternyata bukan gerombolan jamur, tapi hanya satu jamur saja. Kalau mau dijadikan cemilan jamur crispy, Armillaria ostoyae ini bisa cukup untuk makan seluruh penduduk pulau jawa untuk seminggu.



Jamur raksasa ini digambarkan sepanjang 5,6 kilometer dan telah menyebar menjadi tiga kali lipatnya ke dalam tanah. Jamur ini telah menyelimuti wilayah sama besar dengan 1665 kali lapangan sepak bola.

Penemuan ini muncul setelah Catherine Parks, seorang ilmuwan di Pacific Northwest Research Station di La Grande, Oregon yang mendengar kematian pohon besar yang terus berlanjut dari akar ke akar di sebelah timur hutan kota Prairie.



Dengan menggunakan foto udara, Parks melihat bahwa area dipenuhi dengan pepohonan yang sekarat. Dia kemudian mengidentifikasi jenis jamur dalam tes DNA. Ia membandingkan unsur dari 12 jamur dan dia melihat bahwa 61 sampel berasal dari organisme yang sama.

Ini berarti telah ada satu jamur yang berkembang begitu besar dari apa yang pernah dibayangkan manusia. Satu-satunya bukti di permukaan dari jamur ini adalah munculnya bulatan berwarna keemasan saat musim gugur yang disertai hujan.

“Mereka bisa dimakan namun bukan jenis makanan yang terbaik,” kata Tina Dreisbach, seorang biotani dan ahli ilmu jamur di US Forest Service in Corvallis, Oregon. Jika menggali ke dalam akar dari pepohonan yang telah mati, maka akan tampak seperti lukisan karet putih.

Ini merupakan lapisan dari mycelium yang menggambarkan cairan dan karbohidrat dari pepohonan yang memberi makan jamur.

Misteri Patung Pancoran Jakarta



Banyak warga Jakarta yang hanya mengenal nama patung ini sebagai Patung Pancoran namun tidak mengetahui bahwa sebenarnya patung ini bernama Patung Dirgantara.

Patung Dirgantara di bundaran Jalan Jenderal Gatot Subroto (Seberang Wisma Aldiron Dirgantara, dahulu Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia) dibuat berdasarkan rancangan Edhi Sunarso, dikerjakan oleh pematung keluarga Arca Yogyakarta pimpinan Edhi Sunarso.

Ide pertama adalah dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuat sebuah patung mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa.

Data-data singkat mengenai patung Dirgantara:

Pada awalnya pembuatannya, Bung Karno sendiri lah yang menjadi model nya. Sebelum maket patung dikerjakan oleh Bapak Edhi Sunarso itu, Bung Karno berulang-ulang kali memperagakan bagaimana model patung nya harus berdiri. Biaya pemasangan patung ini pembiayaannya berasal dari kantung pribadi Bung Karno, yaitu dengan menjual sebuah mobil pribadinya.

Proses pemasangan Patung Dirgantara selalu ditunggui oleh Bung Karno, sehingga kehadirannya selalu merepotkan aparat negara yang bertugas menjaga keamanan sang kepala negara. Alat pemasangannya sederhana saja yaitu dengan menggunakan Derek tarikan tangan. Patung yang berat keseluruhannya 11 ton tersebut terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing beratnya 1 ton.

Patung ini terbuat dari bahan perunggu, berat patung 11 ton, Tinggi patung 11 meter, sementara tinggi voetstuk (kaki patung) 27 meter, dikerjakan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana.

Seputar Isu Menarik Patung Pancoran:
  1. Konon patung pancoran menunjuk sebuah tempat dimana bung karno meletakkan harta kekayaannya yg dipercaya dapat melunasi hutang negara.
  2. Beberapa orang menceritakan bahwa patung ini menghadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa indonesia selama di jajah belanda. (Serupedia)